Yogyakarta – Presiden Joko Widodo dan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, telah menjalankan pembicaraan yang penting mengenai rencana investasi dalam energi baru terbarukan (EBT), penyimpanan karbon, dan pengaturan logistik di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Pertemuan ini menjadi tonggak awal dalam mengimplementasikan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2024, yang menetapkan target jalan panjang menuju zero emisi pada tahun 2060.

Pembicaraan antara Presiden Jokowi dan Tony Blair membahas berbagai aspek strategis dalam rangka mencapai tujuan zero emisi pada tahun 2060. Salah satu fokus utama adalah mengenai rencana investasi dalam energi baru terbarukan (EBT), yang akan menjadi pendorong utama dalam mengurangi emisi karbon dan beralih ke sumber energi yang ramah lingkungan.

Selain itu, pembicaraan juga mencakup strategi dalam pengembangan teknologi penyimpanan karbon (carbon storage), yang menjadi kunci dalam mengatasi emisi karbon yang tidak terhindarkan. Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat memungkinkan negara untuk tetap menghasilkan energi dari sumber-sumber konvensional tanpa mengorbankan lingkungan.

Tak kalah pentingnya, pertemuan ini juga membahas tentang alur logistik di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Pengaturan logistik yang efisien akan membantu mengurangi jejak karbon dari proses distribusi dan transportasi barang serta orang, sehingga mendukung upaya menuju zero emisi.

Kerja sama antara Presiden Jokowi dan Tony Blair dalam merumuskan strategi implementasi Perpres Nomor 14 Tahun 2024 menegaskan komitmen Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim secara global. Langkah-langkah konkret yang diambil dalam pembicaraan ini menjadi landasan yang kuat dalam membangun masa depan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan bagi generasi mendatang.